Pengaruh metode pembelajaran jarak jauh terhadap pembelajaran kelas akhir di sdn 1 majasem

 PENGARUH METODE PEMBELAJARAN JARAK JAUH TERHADAP PEMBELAJARAN KELAS AKHIR DI SDN 01 MAJASEM CIREBON


M. Aep Saepudin, Lydia Asgari, Dessy Annisya Fitri

Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon



Abstract

Since March 2020, Indonesia has implemented a home learning program for all education units or what is known as distance learning because of the corona virus diases or Covid-19 that entered Indonesia. Distance learning (PJJ) was implemented in order to prevent the spread of the Covid-19 virus so that it does not spread to all communities in Majasem, Cirebon City. The purpose of this study was to describe the effect of distance learning methods for final grade students at SDN 01 Majasem. This research uses quantitative research with a descriptive quantitative design (case study). The data collection technique uses the online questionnaire / questionnaire method using google form. Distance learning for sixth grade students who will face the national exam is quite effective. This can be seen from the results of the questionnaire given to respondents from the 8 questions asked, on average, which is quite supportive and assesses that distance learning can be implemented quite effectively on students.


Keywords: learning methods, quality of learning, role of distance learning media.


Abstrak

Sejak bulan maret 2020 Indonesia memberlakukan program belajar di rumah untuk seluruh satuan penidikan atau disebut dengan pembelajaran jarak jauh karena adanya corona virus diases atau Covid-19 yang masuk ke Negara Indonesia. Pembelajaran jarak jauh (PJJ) diberlakukan dalam rangka menghambat penyebaran virus Covid-19 supaya tidak tersebar ke seluruh masyarakat di Majasem Kota Cirebon. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pengaruh metode pembelajaran jarak jauh bagi para siswa kelas akhir di SDN 01 Majasem. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan rancangan kuantitatif deskriptif (studi kasus). Teknik pengumpulan data menggunakan metode angket/kuisioner secara online menggunakan google form. Pembelajaran jarak jauh bagi para siswa kelas enam yang akan menghadapi ujian nasional terbilang cukup efektif dilakukan. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil kuisioner yang diberikan kepada responden dari 8 pertanyaan yang diajukan rata-rata cukup mendukung dan menilai bahwa pembelajaran jarak jauh bisa dilaksanakan cukup efektif terhadap siswa.


Kata kunci: Metode pembelajaran, mutu pembelajaran, peran media pembelajaran jarak jauh.


PENDAHULUAN

Sejak kemunculan wabah penyakit virus corona atau disebut dengan Covid-19 pada bulan maret lalu yang menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia, pemerintah memberlakukan sekolah diliburkan untuk mengurangi penyebaran virus tersebut. Guru dan peserta didik harus melaksanakan program belajar di rumah atau pembelajaran jarak jauh secara maksimal seperti halnya berangkat ke sekolah. Pembelajaran jarah jauh merupakan pembelajaran yang mengutamakan kemandirian. Guru menyampaikan materi kepada peserta didik tanpa harus bertatap muka langsung di dalam suatu ruangan yang sama.

Dunia tengah pada saat ini telah memasuki era revolusi industry 4.0 atau revolusi industry ke-empat yaitu dimana kehidupan manusia sudah terbasis oleh teknologi. Segala sesuatu tanpa batas dan tidak terbatas yang disebabkan oleh perkembangan internet dan teknologi digital. Penngaruh era ini meliputi banyak aspek kehidupan baik di bidang politik, ekonomi, seni, kebudayaan, dan pendidikan (Abdurahman, 2017). Hubungan antara revolusi industry 4.0 dengan dunia pendidikan harus mengikuti perkembangan teknologi yang sedang berkembang pesat dengan memanfaatkan sebaik mungkin teknologi informasi dan komunikasi sebagai fasilitas untuk mempermudah dan memperlancar proses pembelajaran. Dengan pemanfaatan tersebut diharapkan pola piker pembelajaran dapat ditukar dari berpusat pada guru menjadi berpusat pada peserta didik. Teknologi Informasi dan komunikasi memungkinkan untuk peningkatan kualitas pendidikan, perangkat lunak pada dunia pendidikan yang interaktif merupakan jalan untuk mengembangkan pendidikan dengan mengintegrasikan suatu teknologi ke dalam kelas tradisional serta teknologi merupakan sumber daya yang sangat baik bagi para pendidik untuk menunjang proses pengajaran dan pembelajaran.

Teknologi yang berkembang pada dunia pendidikan disebut sebagai e-learning. Fasilitas dari e-learning dapat dimanfaatkan untuk memperlancar proses belajar mengajar. Proses belajar melalui e-learning tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Belajar dapat dilaksanakan kapan dan dimana saja sesuka hati. Minat belajar merupakan faktor internal yang mempengaruhi hasil belajar. Teknologi yang digunakan dengan bijak untuk dunia pendidikan dapat meningkatkan kualitas dan jangkauan. 

SDN 1 Majasem merupakan salah satu sekolah yang sigap dan siap menerapkan pembelajaran jarak jauh kepada para peserta didiknya dengan inovasi  pembelajaran berbasis teknologi dengan tampilan dan gaya belajar menjadi lebih menarik dan tidak membosankan supaya peserta didik tidak merasa jenuh saat mengikuti pembelajaran. Pembelajaran jarak jauh sangat menarik untuk dikaji lebih dalam dan peneliti ingin mengetahuni tentang efektifitas pembelajaran jarak jauh (PJJ) di sekolah tersebut.


METODE PENELITIAN

Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, jenis kuantitatif yaitu penelitian yang berbentuk angka untuk menguji suatu hipotesis.  penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang datanya menggunakan data kuantitatif sehingga analisis datanya adalah analisis kuantitatif (inferensi) atau menggunakan formula statistik matematis (castellan,2010:7). Menurut Asep (2018: 35), penelitian kuantitatif dilandaskan pada asumsi bahwa realitas yang menjadi objek penelitian berdimensi tunggal, fragmental, dan cenderung bersifat tetap sehingga bisa diprediksi dan variabel bisa diidentifikasikan dan diukur dengan instrumen yang objektif, terstandar dan baku.    

Penelitian ini diambil dari lokasi lapangan SDN 1Majasem yang berlokasi di Jl. Perjuangan No.51 Kota Cirebon. Bahan penelitian ini diambil dari hasil turun langsung kelapangan dengan wawancara dan interview serta mengambil sampel angket yang berisi beberapa pertanyaan yang diajuka n kepada responden peserta didik kelas akhir. Populasi merupakan keseluruhan dari objek penelitian (Arikunto,2002). Objek penelitian ini adalah semua peserta didik kelas akhir di SDN 1 Majasem tahun ajaran 2020/2021 adalah sejumlah 35 peserta didik yang selanjutnya disebut sebagai populasi penelitian serta guru sebagai pengelola pembelajaran dalam proses pelaksanaan belajar mengajar selama pembelajaran jarak jauh.

Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan tujuan dan keunggulan tertentu (sugiyono, 2019:2). Metode kuantitatif merupakan metode ilmiah karena telah memenuhi kaidah-kaidah ilmiah yaitu konkrit/empiris, obyektif, terukur, rasional dan sistematis, dan disebut karena data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik (sugiyono, 2017:7)

Dalam penelitian ini untuk mendapatkan data yang dierlukan penulis melakukan teknk pengumpulan data sebagai berikut:

Penelitian ini diambil dari lokasi lapangan SDN 1Majasem yang berlokasi di Jl. Perjuangan No.51 Kota Cirebon. Dalam penelitian ini untuk mendapatkan data ang dierlukan penulis melakukan teknk pengumpulan data sebagai berikut:

1. Teknik pengumpulan data 

a. Teknik observasi

Observasi merupakan teknik pengamatan dan pencatatan sistematis dari fenomena-feomena yang diselidiki (mahmud, 2011:168). Penulis melakukan pengambilan data dengan observasi ini melalui pengamatan langsung dilapangan untuk mendapatkan data yang lebih valid sesuai fakta dan kondisi dilapangan. Fungsi dari pengambilan data melalui teknik observasi ini yaitu untuk menemukan data dan informasi dari gejala atau fenomena (kejadian/peristiwa) secara sistematis dan didasarkan pada tujuan penyelidikan yang telah dirumuskan (Mahmud, 2011:168).

b. Teknik wawancara

Menurut Emzir (2010) dikutip dari Pastiguna menjelaskan bahwa  wawancara merupakan  teknik penelitian dengan menggunakan komunikasi atau interaksi untuk mengumpulkan informasi melalui tanya jawab atas peneliti dengan informan. Fungsinya sebagai teknik pengumpulan data apabila ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit atau kecil (Sugiyono, 2017:137). Peneliti melakukan teknik wawancara atau interview dengan sistem anya jawab yang sudah dipersiapkan oleh peneliti berupa pertanyaan-pertanyaan yang bersangkuan dengan bahan penelitian dengan melakukan wawancara kepada guru disekolah Sdn 1 Majasem.

c. Angket

Angket merupkan alat pengumpulan data yang berisi pertanyaan atau pernyataan tertulis untuk dijawab secaratertulis juga oleh responden (Zuriah, 2002:182). Menurut kurniawan (2018:159) pemberian angket adalah untuk mencari data selengkap-lengkapnya tentang suatu permasalahan, dan responden tidak merasa khawatir jika ia menjawab  yang tidak sesuai dengan kenyataan ketika mengisi daftar pernyataan atau pertanyaan. Peneliti menggunakan teknik pengumpulan angket dengan memberikan beberapa pertanyaan terkait pemasalahan penelitian kepada responden yaitu siswa kelas akhir disekolah Sdn 1 Majasem fungsinya untuk mengatahui fakta lapangan dan respon responden untuk hasil penelitin. Objek penelitian ini adalah semua peserta didik kelas akhir di SDN 1 Majasem tahun ajaran 2020/2021 adalah sejumlah 35 peserta didik yang selanjutnya disebut sebagai populasi penelitian serta guru sebagai pengelola pembelajaran dalam proses pelaksanaan belajar mengajar selama pembelajaran jarak jauh .


HASIL PENELITIAN

Berdasarkan hasil penelitian tentang pengaruh terhadap pembelajaran melalui  media daring di SDN 1 majasem yang diperoleh dari hasil pengumpulan metode penelitian dengan menggunakan teknik observasi lapangan secara langsung, wawancara atau interview dengan guru kelas akhir yang dilakukan langsung disekolah dan melalui teknik pnyeberan angket melalui google from kepada responden semua peserta didik kelas akhir disekolah Sdn 1 Majasem. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Koesioner 

Penelitian ini dilakukan dengan penyebaran angket ke semua peserta didik kelas 6 SDN 1 Majasem. Angket yang digunakan merupakan angket tertutup yang didalamnya memuat pilihan dan jawaban yang sudah ditentukan oleh peneliti.

Tujuan penggunaan koesioner ini digunakan sebagai bahan untuk mendapatkan informasi berupa informasi lapangan, pengaruh pelaksanaan pembelajaran melalui media daring selama pandemi. Penyebaran angket ini berupa jawaban sangat setuju, cukupsetuju, tidak setuju sehingga responden tidak memiliki kesempatan untuk menrespon dengan jawaban sendiri. Berikut adalah pertanyaan dan jawaban yang telah diberikan kepada 35 responden:

1) Apakah anda nyaman belajar online?

Hasil penelitian melalui tanggapan koesoner ini diisi oleh 35 responden dengan tanggapan 22,9% sangat setuju, 25,7% cukup setuju dan 51,4% tidak setuju.

2) Apakah pembelajaran online guru selalu memperhatikan ketika pembelajaran berlangsung?  

Hasil penelitian melalui tanggapan koesoner ini diisi oleh 35 responden dengan tanggapan sangat setuju 5,7%, cukup setuju 57,1% dan 37,1% tidak setuju.

3) Apakah dengan belajar online anda bisa belajar dengan efektif dibandingkan dengan pembelajaran biasa?

Hasil penelitian melalui tanggapan koesoner ini diisi oleh 35 responden dengan tanggapan sangat setuju 11,4%, 40% cukup setuju, 48,6% tidak setuju.

4) Apakah dengan pembelajaran online anda bisa lebih luas untuk mengembangkan keterampilan anda belajar?

Hasil penelitian melalui tanggapan koesoner ini diisi oleh 35 responden dengan tanggapan sangat setuju 31,4%, 42,9% cukup setuju dan 25,7% tidak setuju

5) Apakah Pembelajaran online sangat anda sukai dibandingkan dengan pembelajaran tatap muka? 

Hasil penelitian melalui tanggapan koesoner ini diisi oleh 35 responden dengan tanggapan sangat setuju 14,3%, 11,4% cukup setuju, dan 74,3% tidak setuju.

Dapat disimpulkan bahwasannya hasil penelitian menggunakan koesioner yang diambil dari respon responden menunjukan bahwa pembelajaran menggunakan media online sangat mempengaruhi peserta didik kelas akhir disekolah  SDN 1 Majasem yaitu peserta didik merasakan ketidak nyamanan dalam pembelajaran melalui daring, peserta didik merasakan pembelajaran yang dilakukan melalui media daring hanya terrnilai cukup efektif dalam belajar mengajar dibandingkat dengan belajar secara atap muka disekolah seperti biasanya, peserta didik juga sangat tidak setuju dengan sistem transformasi pendidikan dimasa pandemi ini yang dilakukan secara daring melalui media sosial yang diberlakukan disekolahnya untuk proses belajar mengajar, namun disisi lain ada hasil yang menonjol yaitu pada hasil angket yang menunjukan pengembangan keterampilan dalam pembelajaran peserta didik dalam pembelajaran jarak jauh, dengan pembelajaran jarak jauh ini peserta didik bisa mengembangkan keterampilan belajar lebih mandiri mencari referensi dari internet yang menjadikan lebih mudah dan belajar mandiri dirumah dengan fasilitas yang tidak seperti biasanya pelaksanaan pemelajran disekolah.

2. Wawancara 

Dalam penelitian inimenggunakan wawancara atau interview yang sering dinamakan dengan koesoner lisan yaitu semubuah dialagog yang dilaksanakan untuk mendapatkan informasi dari oang yang diwawancarai. Penelitian ini menggunakan pengumpulan data dengan jenis  wawancara terstruktur yang dilakukan dengan mewawancarai dua orang guru kelas enam salah satu guru tersebut juga merupakan wali kelas enam. Adapun hasil wawancara yang dilakukan yaitu sebagai berikut:

1) Bagaimana pengaruh transisi pembelajaran erhadappeserta didik kelas akhir yang dilakukan pada masa pandemi dengan pembelajaran melalu daring?

Pengaruh pembelajaran yang diubah menjadi sistem daring atau dilakukan secara aring dengan pembelajaran jarak jauh yang dilakukan penerapannya melalui media teknologi yang dterapkan dialikasi tertentu sesuai dengan guru yang akan mengajarkan materi kepada peserta didik tentunya sangat banyak pengaruhnya terutama dalam keluh kesah orang tua, yang menjadikan dampak kepada anak menjadi susah di atur untuk belajar dengan baik dirumah, sering ditemukannya anak bermain gejet dengan alasan untuk belajar akan tetapi hal tersebut justru dipergunakan dengan tidak baik seperti menonton you tobe atau bermain game. Adapun keluhan orng tua dalam pembelajaran daring ini juga sering mengungkapkan dengan menggunakan alasan permasalahan pada kuota yang setiap harinya harus dibeli sebagai aset untuk memperlancar sistem pembelajaran yang menurutnya sangat boros sekali jika diperhitungkan setiap bulannya.

Dalam pembelajaran jarak jauh ini anak cenderung lebih cepat untuk memahami pembelajaran secara langsung yang dilakukan seperti biasanya disekolah dengan  di jelaskan oleh gurunya langsung selain itu dalam proses pembelajara secara daring ini banyak sekali yang sering ditemukan mengenai administrasi seperti pengisisan absen peserta didik melalui google from tidak diisi oleh peserta didik setiap pembelajaran sehingga dalam kondisi ini sangat sulit untuk bagian administrasi merekap absen peserta didik. 

2) Bagaimana pelaksanaan proses pembelajaran daring melalui media yang sedang diterapkan kepada peserta didik kelas akhir?

Di saat pandemi seperti ini pembelajaran yang di di gunanakan dan di lakukan yaitu seorang guru yang mengajar dikelas 6 memberikan materi dan tugas kepada muridnya yang berujukan pembelajaran yang berada di LKS dan di kirimkan lewat whatsapp ataupun zoom. Aplikasi yang di gunakan dalam metode pembealajaran jarak jauh sealama pandemi ini, jika menggunakan aplikasi zoom apabila pembelajaranya ini memerlukan tatap muka yang harus dijelaskan secara rinci agar peserta didiklebih memahami materi sepertipemberian materi menganai pembahasan yang berkaitan dengan rumusmaupun hal-hal yang menyangkut perhitungan, seperti pelajaran matematika maupun yang lainya. sedangan jika menggunakan aplikasi whatapp hanya digunakan untuk men-share atupun meng-upload tugas yang sudah di jelaskan di aplikasi zoom tersebut serta hal-hal yang ingin ditayakan terkait materi ang belum dipahami oleh peserta didik. 

3) Apa hambatan sebagai seorang pengajar dalam pembelajaran daring?

Hambatan dalam pandemi ini yaitu tidak bisa mengajar di kelas untuk menerangkan kepada muridnya mengenai materi yang akan disampaikan secara rinci agar peserta didik lebih paham dan jika tidak pahampun bisa angsung bertanya dan langsung dijawab namun dalam kondisi sepeti ini pembelajaran menjadi terbatas dikarenakan pembiayaan kuota yang terlalu boros jika dilakukan pembelajaran online terlalu lama  dan juga orang tua yang mungkin masih ada yang belum menggunakan gejet atau masih gaptek terhadap teknologi, namun disamping itu saya selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk peserta didik kelas akhir karena mereka merupakan peserta didik yang harus matang dalam pmbelajaran dikarenakan untuk persiapan ujian madrasah, oleh karena itu saya mencoba menjelaskan melalui video tentang matematika dan alhamdulillah peserta didikpun bisa memahami sekaligus mengerti. Adapun hambatan selain hal tersebut yaitu terhadap hambatanya masalah soal orang tuanya yang selalu protes dan mengeluh karena pembelajaran yang dilakukan secara jarak jauh melalui pembelajaran media online dikarenakan bajet yang terbatas dan juga anak yag kadang sering bermaen gejet dengan beralasan untuk belajar.

4) Apakah pelaksanaan pembelajaran melalui media ini bisa dikatakan efektif atau tidak?

Dalam pelaksanaan pembelajaran selama pandemi sekarang ini sangat tidak efektif sama sekali, dan malah yang belajar orang tuanya sekarang, kecuali pembelajaran karena tahap SD masih dalam tahap pendidikan dasar yang kadang orang tuanya yang ngerjain kalau anaknya tidak bisa, bahkan tidak dipungkiri kebanyakan orang tuanya yang ngerjain, maka dari itu saya tidak melihat dari nilai namun dilihat yang benar-benar rajin sebab guru sebenarnya  guru lebih tau  mana yang benar- benar belajar dan mana yang tidak apa yang dikerjain orang tuanya juga saya kasih rewerd buat anak yang lebih rajin. Namun dengan banyaknya nilai yang bagus- bagus ini, guru pun terkadang bingung apakah di kerjakan orang tuanya apa anaknya langsung, malah ada pada saat tugas untuk menulis tulisan yang berada pada bukunya ini rapih dan berbeda dengan tulisan anaknya langsung, akan tetapi jika ada kasus sperti ini guru tidak akan menilainya dan yang di nilai ialah tulisan yang di tulis oleh anak muridnya meskipun jelek akan tetapi di hargai. Dari sini lah seorang guru untuk mencari solusinya dan solusi yang terbaik adalah masuk pembelajaran seperti normal kembali karena anak didik ketika berada di rumah maka lebih cenderung untuk bermain dari pada untuk belajar, namun dengan begitu seorang guru juga akan lebih teliti untuk melihat potensi yang di lakukan anak didiknya karena ketika di kasih tugas di masa pandemi ini anak didiknya nilainya sangatlah bagus, namun jika pada saat belajar seperti biasa nialainya itu biasa saja. Di saat pandemi juga seorang guru pada saat kunjungan maka gurupun langsung melihat dan menilai potensinya langsung ketika berada rumah apakah belajar dan apakah tidaknya seorang guru melihat langsung.

Berdasarkan hasil metode dari pengumpuan data diatas dapat menghasilkan hasil penelitian tentang pengaruh terhadap pembelajaran melalui  media daring di SDN 1 Majasem yaitu dapat dikatakan transisi media pembelajaran ini sangat bepengaruh untuk peserta didik kelas akhir di SDN 1 Majasem peserta didik merasakan ketidak nyamanan dalam pembelajaran melalui daring, peserta didik merasakan pembelajaran yang dilakukan melalui media daring hanya terrnilai cukup efektif dalam belajar mengajar dibandingkat dengan belajar secara atap muka disekolah seperti biasanya, peserta didik juga sangat tidak setuju dengan sistem transformasi pendidikan dimasa pandemi ini yang dilakukan secara daring melalui media sosial yang diberlakukan disekolahnya untuk proses belajar mengajar, namun disisi lain ada hasil yang menonjol yaitu pada hasil angket yang menunjukan pengembangan keterampilan dalam pembelajaran peserta didik dalam pembelajaran jarak jauh, dengan pembelajaran jarak jauh ini peserta didik bisa mengembangkan keterampilan belajar lebih mandiri mencari referensi dari internet yang menjadikan lebih mudah dan belajar mandiri dirumah dengan fasilitas yang tidak seperti biasanya pelaksanaan pemelajran disekolah. guru juga mengungkapkan bahwasannya masih banyak kendala dalam pembelajaran dalam penerapan jarak jauh melalui media dan juga tingakat partisipasi siwa juga belum menujukan hasil yang 100% menikuti pembelajaran yang baikdan mengikuti pembelajaran sesuai dengan yang diarahkan oleh guru sehingga hal tersebut ditanggapi guru denga bingung sebagai evaluasi terhadap nilai peserta didik. Hal tersebut perlu diakui bahwasannya pembelajaran selama pandemi ini sangat bepengaruh bagi peserta didik yang melakukn transisi pembelajaran dari tatap mukamenjadi pembelajran jarak jauh hal ini dapat menyebabkan gangguan besar dalam proses pembelajaran.

Ada beberapa faktor yang berkontribusi dalam pembelajaran melalui media ini yaitu penggunaan ponsel, kuota sebagai akses jalannya internet, biaya dan peran orang tua untuk mendampingi anaknya selama pembelajaran.  Faktor pendukung akan digunakan oleh guru sebanyak mungkin untuk memantau kemajuan siswa yang menerapkan pembelajaran secara online. Selain faktor pendukung, guru juga mengalami hambatan untuk belajar mengaja seperti, tidak semua siswa memiliki ponsel, dan banyakorang tua yang sibuk bekerja. Orang tua menjadi sangat penting dalam pelaksanaan pembelajaran online, karena orang tua berpartisipasi secara langsung dalam mentoring dan les siswa. Motivasi ini sangat berarti bagi siswa, tujuan ini adalah untuk membuat siswa kembali bersemangat bahkan jika mereka belajar di rumah.


PEMBAHASAN

Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran merupakan suatu langkah operasional dari strategi pembelajaran yang dipilih untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Menurut Rusman (2011) menyatakan bahwa metode pembelajaran merupakan cara atau teknik belajar yang efisien, efektif dan berkualitas dalam mewujudkan hasil belajar yang bermutu secara maksimal. Menurut Asep Kurniawan (2017) menyatakan bahwa efektifitas dalam dunia pendidikan dapat dilihat dari sudut proses pendidikan yang meiputi motivasi belajar yang tinggi pada siswa. Sedangkan efisiensi dalam dunia pendidikan dengan memanfaatkan tenaga, dana,fasilitas, dan waktu yang sedikit mungkin mampu menghasilkan mutu dan bernilai ekonomi tinggi.

Metode pembelajaran menurut Daryanto (2000) adalah mempelajari sebuah proses yang sangat mudah diketahui, diaplikasikan dan diteorikan dalam rangka membantu pencapaian hasil belajar siswa. Berbagai metode dilakukan untuk menjamin guru dan siswa dalam mengembangkan proses belajar mengajar untuk menunjang pencapaian hasil belajar dalam meningkatkan mutu pendidikan. Prinsip dasar dari metode pembelajaran yaitu taktis, teknis dan praktis untuk diterapkan oleh guru dan siswa dalam mencapai hasil belajar secara optimal.

Pergantian metode pembelajaran karena adanya kemunculan virus Covid-19 yang mengakibatkan proses belajar mengajar diliburkan dan dilaksanakan secara online dengan mggunakan berbagai macam media sebagai fasilitas penunjang pembelajaran jarak jauh. Guru harus menguasai teknologi informasi dan komunikasi agar kegiatan belajar secara daring dapat berjalan dengan lancar dengan memanfaatkan media belajar yang dapat diinstal pada handphone android melalui playstore seperti google classroom, zoom meeting, google meet, grup whatsapp, dll. Selain itu guru harus mampu menyampaikan materi ajar kepada siswa dengan semenarik mungkin dan merancang metode pembelajaran yang berbeda dari sebelumnya di kelas. Metode pembelajaran jarak jauh diusahakan dapat menggugah semangat siswa untuk belajar di rumah meskipun tidak dilaksanakan secara tatap muka langsung.

Di SDN 01 Majasem menerapkan metode pembelajaran jarak jauh melalui grup whatsapp dan zoom meeting saja. Segala informasi mengenai materi pelajaran disampaikan melalui grup whatsapp. Selain itu untuk aplikasi zoom meeting dilakukan pada saat penjelasan mengenai pelajaran matematika karena apabila guru hanya diberi materi saja tanpa adanya penjelasan cara atau rumus yang diajarkan kepada para siswa akan sangat sulit dipahami dan minat belajar siswa pada pelajaran tersebut akan menurun. Setelah siswa memperoleh materi secara online, tindakan selanjutnya adalah siswa datang ke sekolah dengan orang tuanya dengan menerapkan protocol kesehatan. Siswa dan orangtua datang sesuai waktu yang sudah ditetapkan oleh guru wali kelas masing-masing untuk mengambil beberapa soal-soal materi yang wajib dikerjakan sebagai simulasi siswa selama belajar di rumah melalui daring. Kemudian soal-soal yang sudah terjawab dikumpulkan melalui whatsapp chat pribadi ke guru wali kelas dan langsung mengetahui nilai sejauh mana siswa memahaminya.


Mutu Pembelajaran

Pembelajaran merupakan suatu proses dimana lingkungan seseorang secara sengaja dikelola untuk  turut serta dalam melakukan tingkah laku tertentu dalam kondisi khusus atau menghasilkan respons terhadap situasi tertentu. seperti yang dikemukakan oleh Edward Sallis (2006 : 33 ) mutu adalah Sebuah filsofis dan metodologis yang membantu institusi untuk merencanakan perubahan dan mengatur agenda dalam menghadapi tekanan-tekanan eksternal yang berlebihan. Sudarwan Danim (2007 : 53 ) mutu mengandung makna derajat keunggulan suatu poduk atau hasil kerja, baik berupa barang dan jasa. Sedangkan dalam dunia pendidikan barang dan jasa itu bermakna dapat dilihat dan tidak dapat dilihat, tetapi dan dapat dirasakan. Sedangkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (1991 :677 ) menyatakan Mutu adalah (ukuran ), baik buruk suatu benda;taraf atau derajat (kepandaian, kecerdasan, dsb) kualitas. Selanjutnya Lalu Sumayang ( 2003 : 322) menyatakan quality (mutu) adalah tingkat dimana rancangan spesifikasi sebuah produk barang dan jasa sesuai dengan fungsi dan penggunannya, disamping itu quality adalah tingkat di mana sebuah produk barang dan jasa sesuai dengan rancangan spesifikasinya.

Berdasarkan bebrapa pendapat diatas maka, dapat disimpulan bahwa mutu (quality) adalah sebuah filsosofis dan metodologis, tentang (ukuran) dan tingkat baik buruk suatu benda, yang membantu institusi untuk merencanakan perubahan dan mengatur agenda rancangan spesifikasi sebuah produk barang dan jasa sesuai dengan fungsi dan penggunannya agenda dalam menghadapi tekanan-tekanan eksternal yang berlebihan. Adapun jika dikaitkan dengan mutu pembelajaran yaitu dapat dikatakan sebagai gambaran mengenai baik-buruknya hasil yang dicapai oleh peserta didik dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan. Sekolah dianggap bermutu bila berhasil mengubah sikap, perilaku dan keterampilan peserta didik dikaitkan dengan tujuan pendidikannya. Mutu pendidikan sebagai sistem selanjutnya tergantung pada mutu komponen yang membentuk sistem, serta proses pembelajaran yang berlangsung hingga membuahkan hasil. Menurut Asep Kurniawan (2020:197-208) menyatakan bahwa rendahnya kualitas lulusan berasal dari komponen melemah termasuk dalam aspek manajemen yang khusus ditekankan pada total quality manajement. Total quality manajement adalah upaya yang sistematis dalam mengontrol kualitas peserta didik secara eksplisit.

Mutu pembelajaran merupakan hal pokok yang harus dibenahi dalam rangka peningkatan mutu pendidikan. Dalam hal ini guru menjadi titik fokusnya. Berkenaan dengan ini Suhadan (2010:67) mengemukakan pembelajaran pada dasarnya merupakan kegiatan akademik yang berupa interaksi komunikasi anatara pendidik dan peserta didik proses ini merupakan sebuah tindakan professional yang bertumpu padakaidah-kaidah ilmiah. Aktivitas ini merupakan kegiatan guru dalam mengaktifkan proses belajar peserta didik dengan menggunakan berbagai metode belajar. (Suhardan 2010:67)

Dalam pandangan Zamroni ( 2007 : 2 ) dikatakan bahwa peningkatan mutu sekolah adalah suatu proses yang sistematis yang terus menerus meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dan faktor-faktor yang berkaitan dengan itu, dengan tujuan agar menjadi target sekolah dapat dicapai dengan lebih efektif dan efisien. Maka mutu pembelajaran harus disiapkan oleh sekolah untuk menyiapkan peserta didik yang berkompeten dan bemutu. Mutu sekolah ditentukan oleh tiga variabel, yakni kultur sekolah, proses belajar mengajar, dan realitas sekolah. Kultur sekolah merupakan nilai-nilai, kebiasaan-kebiasaan, upacara-upacara, slogan-slogan, dan berbagai perilaku yang telah lama terbentuk di sekolah dan diteruskan dari satu angkatan ke angkatan berikutnya, baik secara sadar maupun tidak. Kultur ini diyakini mempengaruhi perilaku seluruh komponen sekolah, yaitu guru, kepala sekolah, staf administrasi, siswa, dan juga orang tua siswa. Kultur yang kondusif bagi peningkatan mutu akan mendorong perilaku warga kearah peningkatan mutu sekolah, sebaliknya kultur yang tidak kondusif akan menghambat upaya menuju peningkatan mutu sekolah.

Dalam pembelajaran harus disiapkannya beberapa aspek mutu pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran karena pembelajaran adalah serangkaian kegiatan yang dirancang untuk memungkinkan terjadinya proses belajar pada siswa.  Dlam penegrtian ini tampak jelas bahwa pembelajaran itu proses yang kompleks, bukan hanya proses pemberian informasi yang disampaikan guru pada siswa. Ada serangkaian kegiatan yang disusun untuk membuat siswa bisa belajar. Serangkain kegiatan dalam pembelajaran tentu harus direncanakan terlebih dahulu juda harus disusun sebaik mungkin disesuaikan dengan konteks situasi, materi, kondisi siswa, dan ketersediaan media pembelajaran. Pembelajaran juga merupakan serangkaian kegiatan yan dirancang untuk memungkinkan terjadinya proses belajar pada siswa. Oleh karena itu pembelajaran sebagai suatu proses harus dirancang, dikembangkan dan dikelola secara kreatif, dinamis, dengan menerapkan pendekatan multi untuk menciptakan suasana dan proses pembelajaran yang kondusif bagi siswa.  Dalam hal ini guru dituntut untuk kreatif dalam menyususun rencana pembelajaran yang akan diaplikasikannya dalam proses pembelajaran. Variasi model pembelajaran harus dikuasai oleh guru dan tentu saja disesuaikan dengan materi pelajarannya.

Mutu pembelajaran yang diterapkan oleh sekolah SD Majasem dalam masa pandemi ini yaitu dengan menggunakan konsep pembelajaran jarak jauh melalui aplikasi tertentu seperti wattsapp dan aplikasi zoom. Dalam penerapan belajar jarak jauh ini banyak sekali konflik yang harus diatasi pihak sekolah terhadap pencapaian pembelajaran peserta didik. Dari hasil pengisian responden mengenai kenyamanan pembelajaran online melalui media hanya menghasilkan 20% kepuasan peserta didik dan 42,9% peserta didik merasa tidak puas terhadap pembelajaran jaak jauh. Maka dari hal tersebut peserta didik merasa sangat tidak nyaman dengan pembelajaran jarak jauh mereka lebih mendapatkan kepuasan dalam pembelajaran tatap muka karena mereka lebih banyak mendapatkan fasilitas yang memang seharusnya mereka dapatkan. Selain itu peran guru dalam mendampingi peserta didik dalam mengarahkan pembelajaran jarak jauh dan mendampingi peserta didik selama pembelajaran berlangsung sangat menghasilkan tanggapan ang sangat miris yakni hanya 5,7% peserta didik merasa didampingi oleh gurunya selama pembelajaran dan 37,1% peserta didik sangat kurang diperhatikan dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauhyang didampingi oleh gurunya. Maka dapat disimpulakan bahwasannya peran guru dalam pembelajaran jarak jauh ini sangat kurang untuk mendampingi peserta didiknya selama pembelajaran sebab tidak daat dipungkiri bahwasannya elemen guru dan siswa yang merupakan bagian dari pemberdayaan satuan pendidikan merupakan elemen sentral. Pendidikan untuk kepentingan peserta didik mempunyai tujuan, dan untuk mencapai tujuan ini ada berbagai sumber dan kendala, dengan memperhatikan sumber dan kendala ditetapkan bahan pengajaran dan diusahakan berlangsungnya proses untuk mencapai tujuan. Proses ini menampilkan hasil belajar. hasil belajar perlu dinilai dan dari hasil penilaian dapat merupakan umpan balik sebagai bahan masukan dan pijakan.

Jadi dapat disimpulkan bahwasannya mutu pembelajaran yang diterapkan dan dilaksankan selama pandemi disekolah SD Majasem belum bisa dikategorikan sebagai peningkatan suatu kualitas proses belajar mengajar dan faktor-faktor yang berkaitan dengan pembelajaran, dan belum mencapai target tujuan agar menjadi target sekolah dapat dicapai dengan lebih efektif dan efisien dikarenakan kondisi yang sangat tidak memungkinkan untuk pembelajaran tatap muka sehingga banyak kultur pembelajaran mengenai kebiasaan-kebiasan yang diterapkan sekolah harus dihilangkan sehingga tidak memungkinkan peningkatan kualitas mutu pembelajaran sekolah dapat mencapai tujuan sekolah yang diharapkan.


Peran Media Dalam Pembelaran Jarak Jauh

Di saat pandemi seperti ini semua aktivitas yang berada di seluruh penjuru dunia mungkin di berhentikan sejenak(lock down) dengan adanya virus covid 19 ini, maka dari itu aktivitas khusussnya di dalam bidang pendidikan yang di berhentikan itu bisa berjalan seperti biasa dengan adanya sebuah media yang sangat maju yang tergolong pesat ini. Maka Media merupakan alat yang di pergunakan untuk komunikasi, media juga sebagai alat batu di dalam keperlun aktivitas, menurut latuheru( 1988: 14) media pembelajaran adalah semua alat bantu ataupun benda yang di gunakan untuk kegiatan proses belajar mengajar, dengan menyampaikan pesan ataupun informasi. Dalam pembelajaran di saat pandemi covid 19 khususnya di sdn majasem 1 melakukan pembelajaran yang di lakukanyanya dengan menggunakan media di saat pandemi covid 19 ini. Hal ini sejalan dengan ketentuan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020, yang menyangkut pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Penularan Virus Corona (Covid-19) dalam situasi darurat.

Pada pembelajaran jarak jauh para staf/ guru pendididik maupun tenaga pendidik di sdn majasem 1 dengan memanfaatkan media untuk poses pembelajarannya. Dengan adanya media jika dilihat dari segi aspek dan realitanya hampir semua lembaga dari tingkat sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi masih butuh dengan adanya media yang ada. dan di sdn majasem 1 proses belajar mengajarnya juga dengan menggunakan media dengan antara aplikasi zoom dan aplikasi wattsap, di karenakan aplikasi- aplikasi tersebutlah yang populer pada saat sekarang dan mayoritas tergolong mudah untuk menjalankanya.

Dari aplikasi kedua tersebut memiliki beberapa fungsi yang berbeda di dalam pembelajaranya untuk metode dalam pembelajaran jarak jauh seperti aplikasi zoom ketika dalam pembelajaran jarak jauh ini di gunakan untuk media tatap muka ataupun pelajaran yang mengandung unsur penerangan yang rumit seperti matematika,ilmu pengetahuan alam, ataupun yang lainya yang berkaita dengan hal tersebut. Adapun aplikasi wattsap ketika melakukan pembelajaran dengan sistem share dan upload pada pembelajaran jarak jauh yang di laksanakanya( simonson,m., smaldino,s., albright,m.,& zvzcek, s. 2006). Pendekatan ini memerlukan pendidik dan siswa untuk berinteraksi dan transfer pengetahuan secara online. pembelajaran online dapat menggunakan platform seperti aplikasi, situs web, jaringan sosial, dan sistem manajemen pembelajaran (Gunawan et al., 2020).

Dengan adanya media juga pembelajaran yang ada sekarang dan teknologi yang semakin maju dan pesat ini dalam pembelajaran tidaklah terbatas antara ruang dan waktu, khususnya di dalam dunia pendidikan. sebab semakin tahun media tentang  pendidikan ini semakin memberikan inovasi bagi penggunanya untuk berinovatif di dalam penggunaanya (munir, 2009) oleh karena itu di sdn majasem 1 ini meskipun adanya pandemi yang sekarang lagi viral ini, pembelajaran masih bisa di lakukan dengan media yang ada sekarang ini. Pandemi COVID-19 yang berlangsung tiba-tiba membutuhkan alat pendidikan untuk menjaga pembelajaran online. Situasi saat ini mendorong orang untuk berinovasi dan beradaptasi dengan menggunakan teknologi yang ada untuk mendukung proses pembelajaran (Ahmed et al., 2020). Dengan adanya media yang semakin tahun semakin maju, maka lembaga pendidikan yang berada di indonesia khususnya bisa terbantu dengan adanya peran peran media pembelajaran untuk bisa melakukan proses pembelajaran di saat situasi darurat seperti sekarang ini.


KESIMPULAN

Sebagai sekolah yang mematuhi surat edaran Mendikbud dalam rangka menghambat penyebaran Covid-19, SDN 01 Majasem yang berlokasi di Kota Cirebon mengeluarkan keputusan bahwa siswa harus belajar di rumah masing-masing dan proses belajar mengajar yang biasa dilakukan dalam kelas menjadi proses pembelajaran jarak jauh. Melalui penelitian ini dapat disimpulkan bahwa siswa dan guru mengikuti prosedur pembelajaran jarak jauh melalui aplikasi Whatsapp dan zoom meeting. Siswa harus selalu didampingi oleh orang tua ketika guru menyampaikan materi secara online. Kemudian siswa dan orang tua datang ke sekolah bersama orang tua dengan mengikuti protokol kesehatan untuk mengambil beberapa lembar soal sebagai evaluasi hasil belajar siswa selama daring. Soal yang sudah terjawab dengan semaksimal mungkin dikirim melalui Whatsapp chat pribadi dengan guru wali kelas. Kegiatan belajar mengajar saat pandemi seperti ini sangat kurang efektif untuk diterapkan. Karena siswa SDN 01 Majasem masih menggunakan Hp orang tuanya untuk belajar dan terkadang soal yang diberikan guru dijawab oleh orang tua siswa. Guru SDN 01 Majasem akan memberi hadiah kepada siswa yang benar-benar rajin dan bersungguh-sungguh dalam belajar.


DAFTAR PUSTAKA

Abdurahman. 2017. Implikasi UUSPN Terhadap Pendidikan Islam Implikasi. Al-Tanzim: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 1(1), 19-35.

Rusman. 2011. Model-model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru. Seri Manajemen Sekolah Bermutu. Jakarta: Rajawali Press.

Kurniawan, Asep. 2018. Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remja Rosdakarya

Kurniawan, Asep. 2017. Manajenen Pendidikan di Sekolah. Cirebon: Eduvision

Daryanto. 2000. Media Visual untuk Pengajaran Teknik. Bandung: Tarsito.

Edward Sallis. 2006. Total Quality Management In Education (alih Bahasa Ahmad Ali Riyadi ). Jogjakarta : IRCiSoD. 

Darmadi, Hamid. 2007. Dasar Konsep Pendidikan Moral. Bandung : Alfabeta.

Lalu Sumayang.2003. Manajemen produksi dan Operasi. Jakarta : Salemba Empat

Kurniawan, Asep. (2020). Apakah TotalQuality Manajement Meningkatkan Mutu Sekolah Menengah Atas di Kota Cirebon. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 4(2), 197-208.

Suhardan, Dadang. 2010. Supervise Profesional: Layanan dalam meningkatkan Mutu pembelajran di Era Otonomi Daerah. Bandung: Alfabeta

Zamroni. 2007 . Meningkatkan Mutu Sekolah . Jakarta : PSAP Muhamadiyah

Gunawan, Suranti, NMY. & Fathoroni (2020). Variations of Models and Learning Platforms for Prospective Teachers During the COVID-19 Pandemic Period. Indonesian Journal of Teacher Education. 1 (2), 61-70.

Ahmed, S., Shehata, M., & Hassanien, M. (2020). Emerging Faculty Needs for Enhancing Student Engagement on a Virtual Platform. MedEdPublish.

https://news.detik.com/berita/d-5127817/kemendikbud-pembelajaran-jarak-jauh-tidak-harus-online.

https://covid19.hukumonline.com/peraturan-perundang-undangan/peraturan-pusat/pendidikan/

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Media_komunikasi

https://wildan-archibald.blogspot.com/2012/05/makalah-peningkatan-mutu-pembelajaran.html 



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

cara membuka keyboard laptop asus a43e